Minggu, 10 April 2011

rasaku menaburkan tw dan tanya pda jiwaku

rasa ini menyedihkan..
Aku berfikir hanya aku cahayamu,cahaya penerang dlm gelap pekatnya mlam malamu..aku fikr cuman ada satu dlam hari2mu..
Tp aku salah,ternyata ada bintang ,begitu banyak bertaburan di malammu.. Menghiasi sunyimu.,aku ? Aku
berharap hanya ada aku yang selalu mewarnai duniamu,dan aku slalu brharap itu..tp.,hm. . .
ternyata ada sang pelangi , pelangi yg begitu indah melintas dilangitmu,aku gak menyangka smua ini trjadi. . .
Hingga aku rela tumbalkan separuh jiwa aku.hngga aku menaruh harapan aku. . hanya
demi sekilas senyum yang tertuju padaku,snyum itu bukan untukku..
getar ini menyakitkan,
seperti tertusuk
seperti ribuan belati merajamku selayak guyur air hujan membasihiku..
tepiskan senyummu yang menggoda jiwa ,tak mampu..aku lelah tak kuasa
membendung gemuruh rasa yang terlanjur membara , lelah..letih..hngga
tapaki sejengkal pesona dari keindahan sosok mayamu, bidadari..wahai engkw sang pesona jiwaku! Kini tiba saatnya akhiri semua ini,krna aku tau. .kw trcpta memang bukan untukku.maafkan aku

kasih , lepaskan hatiku dari belenggu cintamu yg berkabut

badai di hatiku hempaskan lenaku
menghantam sudutnya hingga porak-poranda
meluluhlantakkan rindu hingga tak sempat berbuah cinta
meretakkan dinding-dinding hati
di mana di sana kuukir indah wajahmu badai di hatiku kian menggelora
ketika petikan gitarku tak mampu mengiringi sayatan gemulai biolamu
ketika detik yang terketik untuk syairku terdengar picisan oleh senandungmu aku melupakan diri
terdengar desah angin lembah
membisikkan getar-getar gairah
api kecintaan untuk dirimu tergeletak dalam layu dan sosok gersang
terkulai dalam lagu dan kata usang badai di hatiku hancurkan jiwaku
luruhkan teguhnya hingga erosi
mengikis yakinnya hingga abrasi aku bersenandung dalam bingung
dengan tembang liriknya bimbang aku merintih sedih
aku menjerit sakit
aku khilaf lalu kalap
aku menyerah dan kalah kasih...
lepaskanlah hatiku
dari cintamu yang berkabut

aku hanya bisa terdiam menangisi kesah ku

Gelap rasa dalam sepi, sepi dalm hidupku
Kala tak ada
cahaya..tak ada sinar penerangan jiwaku..
Aku terhempas lirih...dalam lorong
waktu,
Waktu yang indah dalam tangis dalm gundahku,seolah aku Merasa terasing dalam hidup
sendiri dan sendiri menyambut sunyi dlan sepi.
Terpuruk dalam diam yang
dangkal terpuruk dlm ketidak adilan.yg
Sedangkal hati merpati tak
tahu terimakasih Merpati yang tersenyum
angkuh tertinggi Dalam tangis diamku..hm..ada
secarik mata
Mata lara dalam pendar simpul
Sesosok merpati kutunggu
matimu
Mati tenang dalam dekap lara Tangis diamku .hadirkan
kekecewaan terdalam
Meratap dalam gelap sendiri
Tanpa ada cahaya..penerangan
Terpupus kandas karam ditepi
hidupku yg terasing kosong

torehan jiwa yg sepi mendambkan asa

Saat malam mulai larut Suasanapun semakin senyap Aku terbujur dalam
kekakuan Karena hati terpasung dalam
kesepian
Kesedihan dengan kesendirian Seakan menggugurkan sejuta
harapan Sepinya malam berlalu sudah Pagi datang mengawali hari
baru Aku terbangun dari
panjangnya malam Perlahan aku bergerak, Berdiri dan kubuka jendela Tersiratlah cahaya mentari
pagi Menyinari …… Menghempaskan semua
khayalan kepahitan Memang, Aku harus tetap
tegar berdiri Songsong hari yang baru Sambut dengan sesuatu yang
indah Wujudkan misteri cita dan
cinta
bersama aku..aku yg mendambamu slamaya..

Sabtu, 09 April 2011

pahit getirnya dlam kehidupan ini,hanya ibarat garam yg masuk dlam telaga.

pada suatu hari,tatkala sang merah mulai muncul dlm atap genteng bersama hembusan sang angn liar..hiduplah
seorang tua yang bijak. Pada
suatu pagi, datanglah seorang
anak muda yang sedang
dirundung banyak masalah.
Langkahnya gontai dan air muka yang ruwet. Pemuda
itu, memang tampak seperti
orang yang tak bahagia.
Pemuda itu menceritakan
semua masalahnya. Pak Tua yang bijak
mendengarkan dengan
seksama. Beliau lalu
mengambil segenggam
garam dan segelas air.
Dimasukkannya garam itu ke dalam gelas,lalu diaduk
perlahan.
“Coba, minum ini, dan katakan bagaimana rasanya, ” ujar Pak tua itu.
“Asin. Asin sekali, ” jawab sang tamu, sambil meludah
kesamping. Pak Tua tersenyum kecil
mendengar jawaban itu.
Beliau lalu mengajak sang
pemuda ke tepi telaga di
dekat tempat tinggal Beliau.
Sesampai di tepi telaga, Pak Tua menaburkan segenggam
garam ke dalam telaga itu.
Dengan sepotong kayu,
diaduknya air telaga itu.
“Coba, ambil air dari telaga ini dan minumlah.” Saat pemuda itu selesai
mereguk air itu, Beliau
bertanya, “Bagaimana rasanya ?” “Segar,” sahut sang pemuda. “Apakah kamu merasakan garam di dalam air itu?” tanya Beliau lagi.
“Tidak,” jawab si anak muda. Dengan lembut Pak Tua
menepuk-nepuk punggung si
anak muda. “Anak muda,dengarlah. Pahitnya
kehidupan, adalah layaknya
segenggam garam tadi, tak
lebih dan tak kurang. Jumlah
garam yang kutaburkan
sama, tetapi rasa air yang kau rasakan berbeda.
Demikian pula kepahitan
akan kegagalan yang kita
rasakan dalam hidup ini, akan
sangat tergantung dari
wadah yang kita miliki. Kepahitan itu, akan
didasarkan dari perasaan
tempat kita meletakkan
segalanya. Itu semua akan
tergantung pada hati kita.
Jadi, saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan
dalam hidup, hanya ada satu
hal yang bisa kamu lakukan.
Lapangkanlah dadamu
menerima semuanya.
Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan
itu.” Beliau melanjutkan
nasehatnya. ”Hatimu adalah wadah itu. Perasaanmu
adalah tempat itu. Kalbumu
adalah tempat kamu
menampung segalanya. Jadi,
jangan jadikan hatimu itu
seperti gelas, buatlah laksana telaga yang mampu
meredam setiap kepahitan
itu dan merubahnya menjadi
kesegaran dan kebahagiaan. ”

salah satu potensi kita adlah ide

Benarkah kita memiliki potensi yang dahsyat? Ya tentu saja, dan salah satunya
adalah ide-ide yang ada di
dalam kepala Anda. Saya
mengatakan ada di kepala
Anda, sebab memang ide-ide
tersebut sudah ada. Jumlahnya sangat banyak,
sebanding dengan proses
belajar Anda selama ini. Jika Anda tahu tekniknya,
Anda bisa menghasilkan
jutaan ide yang selama ini
terpendam dalam kepala
Anda. Diantara jutaan ide
tersebut, akan ada beberapa ide yang luar biasa yang
memapu mengubah hidup
Anda atau mengatasi
masalah terbesar Anda saat
ini. Anda Punya Potensi:
Jangan Cepat Menyerah Ada dua kondisi saat
seseorang disebut menyerah.
Bukan hanya bagi orang
yang sedang terpuruk saja,
tetapi mungkin bagi Anda
yang merasa baik-baik saja. Pertama: seseorang yang sedang ditimpa masalah
besar atau musibah yang
berat, kemudian dia
berputus asa tidak berusaha
bangkit dan pasrah apa pun
yang terjadi. Ini adalah menyerah. Kedua: orang yang merasa baik-baik saja, tetapi dia
memiliki impian yang besar
tetapi dia tidak berusaha
mengejarnya atau pernah
mencoba tetapi berhenti.
Orang macam ini masih tergolong menyerah, karena
dia menyerah untuk
berusaha mencapai cita-
citanya. Terlepas kondisi mana yang
terjadi, jangan mudah
menyerah, karena kepala
Anda sebenarnya adalah
gudang ide. Masih ada yang
bisa Anda lakukan, baik itu untuk keluar dari masalah
Anda atau untuk mengejar
cita-cita Anda yang tinggi. Saat Anda bingung, apa lagi
yang harus dilakukan,
berpikirlah. Keluarkan ide-
ide Anda. Olah ide-ide Anda.
Jangan pernah berhenti
berpikir untuk menghasilkan ide-ide cemerlang yang bisa
saja mengatasi masalah Anda
atau memberikan gagasan
untuk mencapai cita-cita
yang tinggi. Keluarkan Potensi Itu:
Berpikirlah Di Luar Kotak Mengapa ide-ide yang sudah
ada di dalam kepala tidak
keluar? Sebab Anda berpikir
di dalam kotak. Artinya
Anda hanya berpikir dalam
pakem yang itu-itu saja, hanya memilih ide yang
biasa dilakukan, atau hanya
melihat gagasan yang mudah
diterima. Padahal seringkali
ide-ide brilian datang dalam
wujud yang aneh, sulit diterima, dan belum pernah
dilakukan. Mengapa berpikir di dalam
kotak? Penyebabnya adalah: Keengganan
untuk menerima
sesuatu yang
baru, aneh, dan
belum pernah
dilakukan. Padahal selama
itu halal, silahkan
saja dicoba. Karena input
yang masuk ke
dalam pikiran
Anda sangat
terbatas.
Kurangnya pemicu untuk
membangkitkan
ide-ide yang
terdalam.
Cobalah lihat
dunia luar. Baca buku, baca
majalah, baca
internet, dan
pergilah ke luar.
Anda akan
menemukan banyak hal baru
yang akan
memicu ide-ide
baru. Tidak tahu
bagaimana
caranya
membangkitkan
ide-ide baru yang
ada di dalam pikiran Anda.
Untuk itu, Anda
perlu belajar
teknik-teknik
kreativitas baik
itu teknik sistematis
maupun intuitif.
Keduanya sama,
jika digabungkan
akan memiliki
kekuatan dahsyat. Ambillah Tindakan,
Sekecil Apa Pun Ide Anda Setelah Anda berhasil
mengeluarkan dan
menemukan ide-ide
cemerlang, itu tidak akan
berguna jika Anda tidak
mengambil tindakan. Sekecil apa pun ide Anda.
Sesederhana apa pun ide
Anda. Anda tetap perlu
mengambil tindakan,
setidaknya menguji ide
tersebut, bahkan untuk sekedar mencatatnya.
Tindakan adalah satu-
satunya bentuk
penghargaan Anda terhadap
ide Anda sendiri. Saat Anda menemukan ide,
kemudian Anda tidak
mengambil tindakan, artinya
Anda tidak menghargai diri
sendiri. Jika tidak mungkin
dilakukan sekarang, catatlah. Jika tidak, ide tersebut akan
kabur kembali alias hilang,
lenyap ditelan oleh apa yang
disebut lupa. Jadi, bangkitkan ide dan
ambillah tindakan. Selalu ada
ide artinya selalu ada
tindakan yang bisa diambil
baik untuk mengatasi
masalah atau mencapai pencapaian besar. Jangan
cepat menyerah, sebab Anda
memiliki potensi yang
dahsyat.

Harapan itu akan slalu ada dan tak kan pernah sirna

Selalu ada harapan bukanlah sesuatu yang klise.
Harapan itu masih ada,
harapan itu tidak pernah sirna. Jika Anda berpikir
sebaliknya, silahkan Anda
baca artikel ini. Dan, bagi
Anda yang setuju bahwa
harapan itu tidak pernah
sirna, maka dengan membaca artikel ini Anda
akan lebih optimis lagi. Mengapa memiliki harapan
begitu penting dalam hidup?
Sebab, tanpa harapan,
artinya hidup Anda selesai.
Banyak orang yang
mengakhiri hidupnya (dalam artian harfiah maupun
kiasan) karena mereka sudah
tidak lagi memiliki harapan. Lalu bagaimana agar asa itu
tetap ada tidak terputus? Harapan Akan Berbanding
Lurus dengan Ilmu Ibrahim berkata: “Tidak ada orang yang berputus asa dari
rahmat Tuhan-nya, kecuali
orang-orang yang sesat “. (QS. Al Hijr:56) Hanya orang sesat, yaitu
mereka yang tidak memiliki
ilmu, yang berputus asa dari
rahmat-Nya. Mungkin saja,
ada orang yang merasa
sudah berilmu, bahkan memiliki gelar profesor,
tetapi jika dia masih
berputus asa, artinya dia
masih sesat. Untuk itulah,
agar kita terhindar dari
putus asa, jangan pernah berhenti untuk menuntut
ilmu. Anda akan tersesat dalam
perjalanan, jika Anda tidak
tahu jalan yang sedang Anda
tempuh. Anda bisa
mempersiapkan ilmu
sebelum perjalanan atau Anda bisa bertanya saat
dalam perjalanan sehingga
Anda mengetahui jalan yang
benar. Dan ini bisa Anda
aplikasikan untuk berbagai
hal lainnya seperti dalam pendidikan, karir, dan bisnis.
Belajarlah, Anda tidak akan
tersesat dan harapan itu
tidak pernah sirna. Ada banyak tempat untuk
belajar menuntut ilmu.
Kuncinya ada mau membuka
hati untuk menerima ilmu
dari mana pun datangnya.
Tidak ada ilmu yang sia-sia. Seringkali, kita sendiri yang
menutup hati karena ilmu
yang kita dapat tidak sesuai
dengan yang kita inginkan. Kadang, banyak orang yang
terjebak. Dia belajar bukan
untuk mencari jalan yang
benar, tetapi untuk
membenarkan apa yang dia
lakukan. Jika ternyata tidak mendukung, maka dia akan
menolaknya. Oleh karena itu,
jika kita menemukan
pengetahuan dan ilmu yang
mungkin tidak kita sukai,
tetaplah membuka hati kita, karena bisa jadi (bukan
pasti) itu adalah sesuatu
yang benar. Fondasinya Adalah Iman Pekerjaan, tugas, dan
dakwah bisa jadi sebuah
beban yang sangat besar.
Saat kita merasa berat,
bahkan diri ini hampir-
hampir roboh memikulnya, artinya fondasi dalam diri
kita masih lemah. Fondasi
kita itu tiada lain adalah
iman. Satu ayat terakhir QS Al
Baqarah sering kali menjadi
penyembuh bagi mereka
yang berputus asa. Mereka
yang merasa tidak sanggup,
namun saat diingatkan bahwa seberat apa pun
beban yang kita pikul, pasti
manusia akan sanggup
memikulnya, maka mereka
kembali bersemangat lagi.
Bagaimana tidak? Yang mengatakannya adalah Allah
Subhanahu wa ta ’ala, pasti benar. Ya, tentu saja. Orang beriman
akan merasakan semangat
kembali. Mereka yakin
dengan apa yang tertulis
dalam Al Quran. Mereka
menjadi semangat kembali dan harapan itu tidak pernah
sirna. Namun berbeda
dengan orang yang tidak
beriman atau yang lemah
imannya, meski kita
sebutkan ayat itu berkali- kali, mereka tetap saja
mengatakan tidak sanggup,
terlalu berat, keterlaluan,
dan berputus asa. Tumbuhkanlah iman itu.
Yakinlah bahwa apa yang
dikatakan Allah dalam QS Al
Baqarah: 286 itu benar secara
mutlak. Anda tidak akan
pernah putus asa, Anda akan tetap memiliki harapan. Jika Anda orang beriman,
saat Anda mendengar ayat
ini: Allah tidak membebani
seseorang melainkan sesuai
dengan kesanggupannya.
(QS. Al Baqarah:286 ), maka harapan Anda akan
tumbuh kembali. Harapan itu
tidak pernah sirna selama
iman ada di dada.